Sabtu, 20 September 2014

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Dalam kehidupan kita sehari-hari, banyak sekali kita temukan berbagai macam jenis tumbuhan. Tumbuhan tersebut memerlukan berbagai nutrisiTumbuhan memerlukan air dan garam mineral dari dalam tanah, air dan garam mineral diserap oleh bulu akar dan diamgkut kedaun sehingga tanama menjadi segar. Tanaman segar terjadi karena isi sel menekan dinding sel sehingga tegang (tekanan turgor tinggi). Tetapi sebaliknya jika isis keluar maka tekanan isi terhadap dinding sel menjadi rendah, akibatnya tanaman tampak layu, keadaan demikian, desebut mebgalami plasmolisis. Jika ditinjau dari takanan plasmolisis memiliki osmosis tinggi.
Tekanan osmosis yaitu kemampuan sel mnyerap air dari lingkungannya. Tanaman layu dikatakan memiliki tekanan  osmosis tinggi atau disebut pula memiliki tekanan turgor rendah. Larutan yang memiliki tekana turgor rendah. Larutan yang memiliki konsentrasi tinggi disebut hipertonis sedangkan yang memiliki konsentrasi rendah disebut hipotonis. Jika sel tanama ditempatkan dalam larutan hipertonis maka akan mengalami plasmolisis. Jika sel yang mengalami plasmolisis dimasukkan ke dalam air maka akan mengalami deplasmolisis, karena sel myerap air secara osmoisis dari lingkungan sehingga isi sel penuh dan menempel ke didinding sel lagi. 
Pada praktikum yang akan kami lakukan yaitu mengamati peristiwa plasmolisisi dan deplasmolisis sel epidermis pada bawang merah. Apabila kita temukan dalam kehidupan sehari-hari akan mudah kita aplikasikan dan terapka jika kita menemukan peristiwa tersebut karena kita telah mengalami atau mengamatinya sendiri.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud sel hewan / sel epitel pipi?
2. Apa yang dimaksud denga sel tumbuhan / sel bawang merah?
3. Apa itu larutan sukrosa?
4. Apa yang dimaksud dengan Plasmolisis dan deplasmolisis?

C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari praktikum yang kami lakukan adalah agar siswa dapat melihat dan mengamati peristiwa plasmolisis dan deplasmolisis sel epidermis pada bawang merah.