BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
Dalam kehidupan kita
sehari-hari, banyak sekali kita temukan berbagai macam jenis tumbuhan. Tumbuhan
tersebut memerlukan berbagai nutrisiTumbuhan memerlukan air dan garam mineral
dari dalam tanah, air dan garam mineral diserap oleh bulu akar dan diamgkut
kedaun sehingga tanama menjadi segar. Tanaman segar terjadi karena isi sel
menekan dinding sel sehingga tegang (tekanan turgor tinggi). Tetapi sebaliknya
jika isis keluar maka tekanan isi terhadap dinding sel menjadi rendah,
akibatnya tanaman tampak layu, keadaan demikian, desebut mebgalami plasmolisis.
Jika ditinjau dari takanan plasmolisis memiliki osmosis tinggi.
Tekanan osmosis yaitu
kemampuan sel mnyerap air dari lingkungannya. Tanaman layu dikatakan memiliki
tekanan osmosis tinggi atau disebut pula
memiliki tekanan turgor rendah. Larutan yang memiliki tekana turgor rendah.
Larutan yang memiliki konsentrasi tinggi disebut hipertonis sedangkan yang
memiliki konsentrasi rendah disebut hipotonis. Jika sel tanama ditempatkan
dalam larutan hipertonis maka akan mengalami plasmolisis. Jika sel yang
mengalami plasmolisis dimasukkan ke dalam air maka akan mengalami
deplasmolisis, karena sel myerap air secara osmoisis dari lingkungan sehingga
isi sel penuh dan menempel ke didinding sel lagi.
Pada praktikum yang akan
kami lakukan yaitu mengamati peristiwa plasmolisisi dan deplasmolisis sel
epidermis pada bawang merah. Apabila kita temukan dalam kehidupan sehari-hari
akan mudah kita aplikasikan dan terapka jika kita menemukan peristiwa tersebut
karena kita telah mengalami atau mengamatinya sendiri.
B.
Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud sel
hewan / sel epitel pipi?
2. Apa yang dimaksud denga sel
tumbuhan / sel bawang merah?
3. Apa itu larutan sukrosa?
4. Apa yang dimaksud dengan
Plasmolisis dan deplasmolisis?
C. Tujuan
Penelitian
Adapun tujuan dari praktikum yang kami lakukan adalah agar siswa dapat
melihat dan mengamati peristiwa plasmolisis dan deplasmolisis sel epidermis
pada bawang merah.