Selasa, 17 Desember 2013

Gara-gara gitar, semuanya buyar. -_-

Ini nihh!! Ceritaku pas waktu mo classmeeting
Seruu lohh!!
Baca dehh kalo ga percaya...
.
.
.
.
Chek this out ... :)



18 Desember 2013

Pagi ini,, pagi yang sangat kami tunggu-tunggu. Hari ini adalah hari Rabu, tepatnya tanggal 18, bulan Desember 2013.
Mungkin ini hari yang paling bahagia bagi seluruh siswa-siswi disini, karena ada kegiatan classmeeting. 
Kelas kami sudah mempersiapkan segala lomba yang ada dari jauh-jauh hari. Dan optimis, kelas kami pasti dapat juara.
Dan akhirnya pagi itu datang, aku bangun di pagi buta untuk mempersiapkan segalanya. Semuanya sudah siap, dan aku langsung berangkat ke sekolah dengan perasaan yang sangat gembira dan sudah ngebayangin penampilan kelas kami pada kirab di acara classmeeting.
Sesampainya di sekolah, saya dan teman-teman langsung menuju ke kelas yang masih kotor dan kumuh itu, kami semua mulai membersihkannya dan menata bangku-bangku dengan sangat rapi. Setelah itu, kami latihan kembali untuk memaksimalkan penampilan kami nanti. 
Tepat pukul 08.00 waktu setempat, panitia perlombaan sudah memberi aba-aba kepada para muridnya untuk segera berkumpul membuat barisan di depan kantor sekolahan. Kami segera berkumpul dan membentuk barisan secara teratur.
Semuanya mengikuti, dan tak lama kemudian panitia membuka acara tersebut. Sebelumnya ada sambutan dari kepala sekolah dan panitia, dilanjut dengan pembacaan janji oleh juri dan peserta, dan terakhir pelepasan burung dara sebagai tanda pembuka acara tersebut. 
Setelah pembukaan selesai, acara pertama pun segera dimulai, yaitu kirab. Setiap kelas wajib mewakili acara tersebut. Giliran cowok dulu yang tampil. Semuanya sangat antusias melihatnya dengan suara teriakan yang semangat dan penuh ambisi.
Kemudian disusul dengan penampilan dari kakak kelas cowok. Mereka membawakan sebuah lagu yang cukup merdu dengan alunan musik dari suara gitar yang elok itu. Selang waktu beberapa menit, tiba-tiba hal yang paling mencengangkan dan menegangkan itu terjadi. Seorang Kyai yang tersohor itu datang dengan tergopoh-gopoh sambil tidak memakai sandal dan baju yang belum dikancingkan itu datang menemui anak-anak yang sedang asyik menyanyikan lagu tersebut. Eh! Tanpa dinyana-nyana, beliau memaksa mereka turun dari panggung dan mengambil dua gitar tanpa dosa itu dari tangan anak didiknya itu. Mereka semua tercengang, bahkan guru-guru dan para juri ikut takut juga melihat beliau. Tanpa pikir panjang, beliau mengadu gitar tersebut sampai terdengar suara, "Jebruakk!". Semua yang menyaksikan sangat kaget melihat beliau yang tidak seperti biasanya. Dan setelah beliau mengadu kedua gitar tersebut berkali-kali, beliau melemparkan dua gitar yang malang itu ke atas atap rumahnya. Beliau meninggalkan tempat begitu saja tanpa menjelaskan suatu apapun.
Dan pada akhirnya, semuanya berlarian kesana kemari karena sangat ketakutan melihat aksi seorang Kyai yang anarkis tersebut.
Panitia membubarkan semuanya. Semua yang belum menampilkan kreasinya tentunya sangat kecewa sekali. Karena mereka yang telah bersusah payah menyiapkan ini itu hanya untuk acara itu. Begitu pula dengan kelasku. Semua teman sekelasku sangat kecewa, rasanya ingin menangis. 
Setelah itu, kami semua menuju ke kelas dengan perasaan yang bercampur aduk. Kesal, marah, kecewa beradu jadi satu. Tak lama kemudian, wali kelas kami datang dan memberi penjelasan tentang itu semua. Ternyata, usut punya usut. Kyai tersebut tidak menyukai alat musik itu. Katanya, suara gitar itu hanya mengundang setan.
Kami baru tau itu. Kami semua hanya tertunduk. 
Dan akhirnya kami menampilkan kreasi seni kami hanya di depan wali kelas kami. Meskipun begitu, kami cukup senang dan bangga dengan hasil pemikiran kami. Karena, wali kelas kami sangat terhibur dengan penampilan kami yang memukau.

Cukup sampai disini cerita Ihda kali ini, meskipun ada kata-kata yang ga jelas. Hehehe
See you next time. ^^


Tidak ada komentar:

Posting Komentar